Perkenalkan Produk Pangan, Dinas Pertanian Gagas Rumah Pangan

Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Hadi Santoso akan melounching rumah pangan pada 22 Oktober 2016 di Lapangan Rampal, Malang (Foto: imam syafii/ MalngTIMES)
Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Hadi Santoso akan melounching rumah pangan pada 22 Oktober 2016 di Lapangan Rampal, Malang (Foto: imam syafii/ MalngTIMES)

MALANGTIMES - Dalam memperkenalkan produk dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Kota Malang, Dinas Pertanian Kota Malang, akan segera melaunching Rumah Pangan pada (22/10/2016) di Lapangan Rampal, Malang.

Kegiatan ini, nantinya bakal dipenuhi beragam produk olahan makanan yang akan disuguhkan kepada pengunjung. Puluhan stand akan menyajikan aneka makanan dan bahan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau.

"Acara ini kami menggandeng dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub-Divisi Regional (Sub Divre) Malang untuk menyediakan bahan pokok beras, gula, minyak dan tepung dengan harga murah," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Hadi Santoso kepada MalangTIMES.

Pria yang kerab disapa Soni ini menjelaskan bahwa launcing Rumah Pangan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menstabilkan harga bahan pokok. 

"Agar kedepannya daya beli bahan pangan masyarakat Malang akan terpenuhi. Tentunya diimbangi dengan pengendalian harganya juga," jelas dia.

Dia merasakan, mayarakat di Malang dalam urusan memilih produk pangan lokal peminatnya masih berkurang. Karena itu, melalui program rumah pangan ini, merupakan salah satu faktor penting untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Pastinya produk yang baik dan berkualitas akan lebih dikenal dan diminati masyarakat dengan akses pasar yang mudah dan murah. Tapi bukan sembarang murahan, terpenting produk harus Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH)," kata dia dengan tegas. 

Karena itu, Dinas Pertanian Kota Malang giat melakukan terobosan dan program dalam memperkenalkan produk pangan. Salah satu kegiatan dalam waktu dekat ini pihaknya pada 22 Oktober 2016 akan melaunching Rumah Pangan di Lapangan Rampal, Malang.

Dia berharap, Rumah Pangan ini akan memudahkan masyarakat untuk mengakses produk pangan lokal dan mengurangi ketergantungan produk pangan impor.

Pewarta : Imam Syafi'i
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
  • Polemik Dana Daftar Ulang di Sekolahan, Dewan Minta Lihat Regulasinya

    Banyaknya keluhan warga di beberapa kecamatan yang memiliki anak sekolahan setingkat SMP dan SMA di Kabupaten Malang mengenai adanya tarikan dana untuk daftar ulang atau registrasi dengan jumlah nominal berbeda, memantik Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Ma

  • KIS Tidak Tepat Sasaran, Desa Bisa Ajukan Data Baru

    Pendataan dan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Malang yang dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh kader Partai Politik tertentu telah menyebabkan pelayanan kesehatan bagi warga miskin tidak bisa mengaksesnya.

  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top