Harga Cabai Masih Terasa Pedas di Dompet Masyarakat

Hasan Tuasikal, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagsar Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Hasan Tuasikal, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagsar Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Harga cabai di pasar tradisional di beberapa daerah masih cukup tinggi. Di beberapa pasar Jakarta, harga cabai bisa menembus Rp 40 ribu/kilogram.

Bahkan beberapa pedagang sayur mayur memprediksi cabai sampai akhir tahun bisa seharga Rp 100 ribu/kilogram seperti dilansir oleh www.liputan6.com.

Di pasar grosir sub terminal Agribisnis Mantung Pujon Kabupaten Malang, harga cabai tidak setinggi di pasar tradisional Jakarta. Dari data yang ada per hari ini (18/10) harga cabai besar adalah Rp 39 ribu/kilogram, cabai rawit Rp 26 ribu/kilogram dan cabai keriting Rp 38 ribu/kilogram.

Dengan perbandingan harga cabai pada bulan Maret 2016 sebesar Rp 15 ribu/kilogram, maka cabai masih menjadi sayuran mahal yang membuat pedas masyarakat sampai saat ini.

Hasan Tuasikal, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang, pernah menyatakan pada MalangTIMES (02/08/2016), bahwa pemerintah tidak bisa intervensi harga cabai.

"Cabai dan bawang memang tidak masuk dalam sembako yang bisa diintervensi harganya oleh pemerintah, tetapi memang murni pasar yang menentukan. Jadi kita hanya bisa monitoring saja untuk cabe dan bawang," tutur Hasan.
Dengan kondisi harga cabai yang terus berkibar di pasar-pasar daerah di Indonesia, akhirnya pemerintah melalui Kementerian Pertanian terjun untuk menjaga stabilitas harga cabai.

"Kita sepakat dalam menjaga harga cabai yang terus naik di pasaran pemerintah akan melibatkan dan menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyerap cabai sehingga rantai pasoknya bisa lebih pendek," kata Amran Sulaiman, Menteri Pertanian usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/10/2016) seperti dilansir www.detik.com.

Walaupun Amran belum menyebutkan nama BUMN tersebut dan anggaran dalam memperpendek rantai pasok cabai masih dalam proses dibicarakan, langkah pemerintah ini cukup menjawab keluh kesah masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi cabai dalam menu kesehariannya.

Masih menurut Amran, anggaran tersebut tidaklah terlalu besar. "Kalau cabai kecil, paling Rp 1 Miliar yang penting cabainya sampai," katanya.

Selain akan melibatkan BUMN, pemerintah juga berencana menyelesaikan program lumbung cabai pada beberapa wilayah. Dengan demikian, tidak ada lagi kekhawatiran kurangnya pasokan cabai seperti sekarang.

"Ke depan kita buat lumbung-lumbung cabai di beberapa kabupaten untuk menyuplai Jabodetabek, juga di Malang," pungkas Amran.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Abdul Hanan
  • Arema Buru Kemenangan, Borneo Waspadai Pemain Muda

    Sangat mepet masa recovery kontestan Piala Gubernur Kaltim 2018, termasuk Arema FC. Baru kalah adu penalti melawan PSIS Semarang Jumat (23/2), Arema kembali menghadapi laga kedua menghadapi Borneo FC petang nanti. Jadwal yang sangat singkat itu membuat pe

  • Arema Lawan Borneo, Balsa Bozovic In Action

    Momen untuk melihat penampilan Balsa Bozovic telah tiba. Laga kedua Piala Gubernur Kaltim 2018 melawan Borneo FC di Stadion Palaran, Samarinda, petang nanti bakal menjadi ajang perdana bagi playmaker asal Montenegro itu untuk unjuk kebolehan di Arema FC.

  • Balsa Bozovic On The Way Gabung Arema FC di Samarinda

    Setelah memisahkan sementara Gustavo Lopez dari skuat Arema FC. Ruddy Widodo menghubungi agen Balsa Bozovic untuk segera ke Samarinda. Hal tersebut untuk menjajal kemampuan sang pemain didepan tim pelatih.

  • Pemkot Batu Bentuk Pengawas Khusus, Siapkan Sanksi untuk Warga yang Buang Sampah Sembarangan

    Pemkot Batu bakal mencanangkan cara yang lebih efektif dan optimal agar Kota Batu bebas dari sampah.

  • Arema FC Istirahatkan Sementara Gustavo Lopez

    Pemain asing yang menjalani trial di Arema FC, Gustavo Fabian Lopez harus meninggalkan Samarinda lebih awal karena manajemen menginstruksikan kepada sang pemain agar terpisah terlebih dahulu dari tim.

  • Target Tuntas 2019, Separo dari Jumlah Nelayan di Kabupaten Malang Belum Tercover Asuransi

    Keinginan Pemkab Malang memberikan asuransi kepada para nelayan tampaknya belum banyak mendapat respons positif para nelayan setempat.

  • Baru Masuk Pertandingan Perdana, Pelatih Arema FC Khawatirkan Hal ini

    Setelah kalah melawan PSIS Semarang pada laga perdana Piala Gubernur Kaltim 2018, Pelatih Arema FC Joko Susilo tetap mengkhawatirkan skuatnya untuk menjalani pertandingan berikutnya. Pasalnya, di lini pertahanan Arema FC terlihat begitu rapuh.

  • Positif, Dua Warga Kota Batu Diserang Difteri

    Hingga akhir bulan ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu menemukan 4 kasus warga terjangkit difteri di Kota Batu. Dari total yang terjangki, dua di antaranya dinyatakan positif terserang difteri berasal dari Kecamatan Batu dan Junrejo. Dan 2 lainnya susp

  • Masalah Kredit Perbankan Masih Dominasi Pengaduan Keuangan pada OJK Malang

    Masalah kredit perbankan masih menjadi masalah yang banyak diajukan masyarakat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Bahkan pada awal 2018 ini, setidaknya ada 10 aduan masuk yang terkait agunan kredit maupun kartu kredit dan klaim yang tidak sesuai.

  • Paslon Menawan Ingin Tuntaskan Masalah Banjir

    Kota Malang dalam beberapa hari ini memang memliki curah hujan yang intensitasnya cukup tinggi. Hal tersebut membuat sebagian daerah terkena dampak banjir, namun faktor penyebab meluapnya air ke permukaan ini salah satunya adalah saluran air atau gorong-g

  • Pemkot Malang Terus Geber Program Sertifikasi Kelayakan Gedung

    Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikat laik fungsi (SLF) pada setiap bangunan. Terlebih adanya SLF bertujuan supaya st

  • Hanya Tiga Kampung Biru di Dunia, Salah Satunya Ada di Malang

    Sebut saja permukiman padat penduduk yang setiap bagiannya di cat dengan menggunakan warna biru. Nah, rupanya di dunia ada beberapa kampung semacam ini. Bahkan di Indonesia juga ada dan menjadi ikon baru di Kota tempat kampung tersebut dibuat. Nah, ini di

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top