Kerjasama Indonesia - Rusia

Indonesia dan Tatarstan Perkuat Kerjasama Budaya

Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan Ayrat Sagubatullin (kiri) saat bertemu Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow Lasro Simbolon di ruang kerjanya di Kazan, Kamis (13/10/2016) (Foto : istimewa)
Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan Ayrat Sagubatullin (kiri) saat bertemu Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow Lasro Simbolon di ruang kerjanya di Kazan, Kamis (13/10/2016) (Foto : istimewa)

MOSKOW - Pemerintah Republik Tatarstan menyatakan antusias medalam menjalin kerjasama budaya dengan Indonesia. Sejalan dengan itu, Menteri Kebudayaan Republik Tatarstan Ayrat Sagubatullin saat bertemu Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow Lasro Simbolon di ruang kerjanya di Kazan (13/10), mengharapkan rencana pagelaran budaya Indonesia pada kegiatan Hari Budaya Indonesia di Kazan tahun 2017 benar-benar terealisasi.

“KBRI akan menyelenggarakan lagi Festival Indonesia pada awal Agustus 2017 di Moskow. Maka kemungkinan besar seniman yang ikut (kegiatan Hari Budaya Indonesia di Kazan) adalah setelah pertunjukan di Moskow,” ujar Lasro Simbolon. “Hanya saja persiapan teknis masih perlu dikordinasikan dengan pemangku kepentingan di Pusat,” lanjut Wakil Dubes yang baru 2 bulan bertugas di Rusia.

Ide penyelenggaraan Hari Budaya Indonesia di Kazan tahun 2017 dan Hari Budaya Tatarstan di Indonesia tahun 2018 mengemuka saat Dubes RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Wahid Supriyadi bertemuPresiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di Kazan awal Juli 2016.

Pada bagian lain, penguatan kerjasama budaya Indonesia dan Tatarstan mewujud lewat penyerahan secara simbolis buku tatabahasa, pariwisata dan bahan informasi lain mengenai Indonesia dari Wakil Dubes RI Lasro Simbolon kepada Prof. Linar Latypov, Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional Universitas Federasl Kazan (KFU). Prof. Latypov selanjutnya menyerahkan buku-buku tersebut kepada Ramil Khayrutdinov, Direktur Institut Hubungan Internasional, Sejarah dan Kajian Oriental KFU, yang pada tahun ajaran 2017/2018 nanti akan membuka program S1 kajian Oriental dan Afrika dan Perekonomian Indonesia dimana bahasa Indonesia akan menjadi pelajaran wajib.

Kampus KFU didirikan tahun 1804 dan merupakan salah satu kampus terbaik di Rusia. Sebanyak 7 alumnus KFU dari berbagai disiplin ilmu telah mendapat hadiah Nobel. Di KFU terdapat lebih 40.000 mahasiswa termasuk 3200 mahasiswa asing dari 92 negara (17 orang dari Indonesia). KFU memiliki 4 kajian prioritas, yakni teknologi migas, fundamental medicine dan farmasi, teknologi informasi dan teknologi material baru.

Lasro Simbolon menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerjasama pendidikan, termasuk kerjasama university-to-university. Hal ini seperti gayung bersambut.“Kami siap mengundang pakar dan peneliti Indonesia untuk melakukan penelitian di KFU. Alat-alat penelitian, misalnya komputer kuantum, laboratorium simulasi ekploitasi migas, mikroskop untuk penelitian fundamental medicine, dan berbagai  peralatan canggih lain bisa digunakan secara gratis,” ujar Prof. Latypov.

Pada siang harinya, Wakil Dubes Lasro Simbolon membuka secara resmi “Wonderful Indonesia. Taste of Indonesia. A Journey to the Archipelago’s Beauty Through Cuisine, Culture and Art Performances”yang diusung PERMIRA  (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia) dan didukung KBRI Moskow serta Kementerian Pariwisata RI. Kegiatan berlangsung di panggung kampus filologi KFU dan dihadiri anggota DPRD Tatarstan, Wakil Menteri Kebudayaan Tatarstan, serta sekitar 300 mahasiswa dan masyarakat setempat.

“Melihat semangat para mahasiswa Indonesia di sini, kita teringat patriotisme Bung Hatta dan generasi mahasiswa pejuang RI saat memulai semangat pergerakan kemerdekaan Indonesia di negeri Belanda,” ujar Lasro Simbolon. “Kiranya semangat patriotisme Bung Hatta demikian akan senantiasa tertanam di diri kalian dalam mengisi kemerdekaan yang dulu diperjuangkan para pendahulu bangsa kita, melalui berbagai kegiatan yang positif,” tuntas Lasro mengakhiri sambutannya.

Usai sambutanpembukaan dan pemotongan nasi kuning tumpeng, acara Wonderful Indonesia berlanjut dengan gelaran tari dan musik tradisional Kalimantan Timur, tarian Lenggok Jakarta, Bali, pembacaan sajak, pencak silat, lagu Rusia yang dibawakan para mahasiswa Indonesia. Acara ditutup dengan suguhan gratis aneka makanan Indonesia yang dibuat para mahasiswa, seperti pisang goreng, sate ayam, pastel dsb.

Sebelum kembali ke Moskow, Wakil Dubes Lasro Simbolon esok harinya (15/10) membuka kegiatan Rapat Kerja PERMIRA yang mengevaluasi program kerja yang telah terlaksana dan merumuskan sejumlah program kerja PERMIRA tahun 2017.

Sumber: KBRI Moskow

Editor : Heryanto
Publisher : Abdul Hanan
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top