Pengelolaan Pajak Parkir dan Restribusi Satu Pintu Lewat Dishub

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi (Anggara/MalangTIMES)
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Kusnadi (Anggara/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah heboh dengan operasi parkir, saat ini masyarakat sedang ramai membicarakan perbedaan tarif parkir di ruko. Masyarakat banyak mengeluhkan perbedaan tarif parkir antara satu ruko dengan ruko yang lain.

Pengelolaan restribusi parkir di area ruko yang selama ini terbagi dua yaitu pajak parkir pada Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) dan Restribusi pada Dishub (Dinas Perhubungan) akan segera diambil alih Dinas Perhubungan seluruhnya.

Kepala Dishub, Kusnadi, mengatakan, Jika melihat pada dasar atau skema maupun aturan pajak, tarif parkir memang tidak ditentukan. Selain itu penghitungan pendapatan dibuat berdasarkan prosentase yang ada. Berbeda dengan aturan retribusi yang menggunakan Peraturan Daerah dalam menentukan tarif parkir yang tetap.

"Jadi ruko-ruko yang sebelumnya ada pajak parkir ke Dispenda, nantinya akan kami jadikan satu pintu dalam pengelolaannya di Dishub" tandas Kusnadi Senin (17/10/2016).

"Walikota Abah Anton juga sudah ngomong dengan saya, dan kami harapkan satu pintu di Dishub" imbuhnya.

Perbedaan pada tarif parkir pajak dan restribusi di lapangan memang membuat masyarakat bertanya-tanya, sehingga dengan pengelolaan satu pintu ini masyarakat nantinya akan paham tentang pengelolaannya.

“Saya komunikasi dengan Kepala Dispenda, Pak Ade, nantinya akan ada 230 titik parkir yang dialihkan pada Dishub" terangnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top