Ruwatan Kota, Singkirkan Bathoro Kolo dari Kota Malang

Prosesi ruwatan di Kota Malang yang diwarnai seni budaya (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Prosesi ruwatan di Kota Malang yang diwarnai seni budaya (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Singkirkan 'Bathoro Kolo' Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) bekerjasama dengan Komunitas Penghayat Kepercayaan Kota Malang mengadakan Ruwatan Kota.

R. Sunardi Suro Wijoyo salah satu sesepuh yang sekaligus menjadi pembawa acara ruwatan, mengungkapkan ruwatan ini bertujuan untuk membersihkan semua gangguan yang melingkupi Kota Malang, yang dalam istilah Jawa disebut ‘Bathoro Kolo’.

“Bathoro Kolo sendiri mempunyai filosofi sesuatu yang bisa menjerumuskan manusia ke dalam keburukan,” ujar Sunardi.

Prosesi ruwatan diawali dengan aksi menyapu lantai oleh perawat. Dalam proses Ruwatan Kota tersebut, juga terdapat sebuah gunungan besar yang disusun dari hasil bumi, dan ini mempunyai arti sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan telah memberikan banyak berkah kepada manusia.

"Kota Malang ini dikelilingi dan dilindungi oleh beberapa gunung, Gunung di sini mempunyai arti atom merupakan sebuah lambang kekuatan dan merupakan pelindung juga bagi suatu negara," tandasnya.

Dalam acara ruwatan tersebut disajikan berbagai hiburan budaya seni mulai dari pertunjukan wayang, kuda lumping serta tarian Reog Ponorogo yang nantinya akan berlangsung sampai malam hari.

Sementara itu Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni mengatakan, acara ini juga diwarnai pelepasan burung dara dan ikan lele yang merupakan simbol berbagi. Yakni memberikan kebebasan bagi mahluk hidup untuk memberikan sumber nafkah kepada mahluk hidup lainnya utamanya manusia ketika berkembang biak.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : debyawan erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top