Mbois, Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pengatur Jenis Kelamin Hewan Ternak

Sertifikat penghargaan tingkat internasional atas inovasi alat pengatur jenis kelamin hewan ternak (istimewa)
Sertifikat penghargaan tingkat internasional atas inovasi alat pengatur jenis kelamin hewan ternak (istimewa)

MALANGTIMES - Gabungan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Peternakan (FAPET) Universitas Brawijaya (UB) berhasil menciptakan SWIMP UP-SORTER, yakni alat pengatur jenis kelamin hewan ternak.

Membanggakannya lagi, hasio inovasi tersebut baru saja meraih penghargaan Gold Prize pada kompetisi internasional The 3rd International Young Invnetors Award (IYIA), yang diselenggarakan di Surabaya Convention Hall, 6-8 September 2016.
Tim SWIMP UP-SORTER digawangi oleh Frido Wahyu A. (FT), Ronny Ari Setiawan (FT), Dimas Firdaus Adami (FAPET), Wahyu Setiawan (FAPET), dan Mirsa Ita Dewi Adiana (FAPET). Dalam penelitiannya mereka dibimbing oleh dosen Eka Maulana, ST. M.Eng (FT) dan Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS (FAPET).
Sementara itu, kompetisi IYIA diikuti kurang lebih 100 tim dari jenjang SD, SMP, SMA, dan Universitas lintas dunia seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Taiwan, Korea Selatan, China, Mesir, Jordania, Syria, Romania, Rusia, Kroasia, Amerika, serta Kanada.
SWIMP UP-SORTER adalah inovasi teknologi penyortir spermatozoa X dan Y untuk menentukan jenis kelamin ternak jantan dan betina sebagai upaya untuk meningkatkan populasi hewan ternak.
"Fungsinya yaitu sexing spermatozoa X dan Y," jelas Ketua Tim Frido Wahyu.
Frido menerangkan, alat ini menggabungkan konsep sentrifugasi dan elektroforesis. Di tahap pertama atau sentrifugasi bertujuan memisahkan bagian motil (hidup) dan inmotil (mati). Dan setelahnya pada tahap ke-2 atau elektroforesis bertujuan memisahkan bagian X dan Y yang masih hidup. Kromosom X menuju ke katoda dan kromosom Y menuju ke anoda. 
"Alat ini masih berupa prototype. Pengujian pertama telah dilakukan di Laboratorium Sumber Sekar UB," imbuhnya
Untuk selanjutnya, lanjut Frido, tim berencana melakukan pengujian kedua berupa pengujian langsung terhadap ternak (IB atau teknologi lain) untuk keberhasilan sexing spermatozoa. 
"Dari hasil pengujian pertama tadi telah menunjukkan alat berhasil mempertahakan fertilisasi spermatozoa," tutup mahasiswa angkatan 2014 tersebut. (*)

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Mochtar Adam
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top