KH Hasyim Muzadi: Pesantren Harus Pertahankan Fikrah Aswaja Annahdiyah

KH Hazim Muzadi
KH Hazim Muzadi

MALANGTIMES - Mantan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi, memberikan perhatian cukup serius terhadap lembaga pendidikan Pesantren. Sebab, periode awal dakwah Islam dilakukan para wali di Indonesia dan dilanjutkan ulama-ulama pesantren.

Demikian disampaikan KH. Hasyim Muzadi dalam acara malam puncak Haul Almarhumin di Pesantren Buntet Cirebon.

Pada kegiatan rutin tahunan ini, hadir pula Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Jodie Rooseto , Para Masayikh Pesantren Buntet KH. Nahduddin Abbas, KH. Anas Arsyad, KH. Adib Rofiudin Izza, juga para pejabat dan tokoh masyarakat serta ribuan jamaah dari berbagai kota sekitar Cirebon.

”Pesantren harus bangkit mempertahankan Fikrah Aswaja Annahdiyah. Karena saat ini sedang terjadi "Ghozwul Fikri" (Perang Pemikiran). Masing-masing mengaku dan merasa manhaj sendiri-sendiri dan menjamin terselenggaranya Islam Rahmatan Lil Alamin,” terang penulis buku ”Membangun NU Pasca Gus Dur”, Grasindo, Jakarta, 1999.

Ketua Umum Tanfidziyah PBNU 1999–2010 menambahkan, sekarang sudah waktunya para ulama bernahdlhoh (bangkit) untuk meneruskan perjuangan yang telah digali dan diperjuangkan ulama salafussholih. Kemudian, lanjutnya, menyajikan kepada masyarakat dengan cara atau metode yang baru, tetapi barangnya adalah barang lama.

Almuhafadzatu ‘alal qodimissholih wal ‘akhdu bil jadidil Ashlah tanpa harus menggeser "miqatnya" dan merubah "manhajnya". Yang kita perjuangkan adalah Alquran dan hadits. Yang kita perjuangnkan adalah Ahlussunnah wal jama’ah Annahdliyah,” tegasnya. (*)

Editor :
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Indonesia (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top